(Sebelum Deadline 25) Kabar Gempa Lagi


Dapat notifikasi dari aplikasi BMG. Ada gempa guncang Bengkulu, Sabtu 8 Desember 2018, pukul 11.02.10. Pada skala 5.0 SR. Pusat gempa di laut dengan kedalaman 14 km.
Saya punya kecemasan sendiri dengan gempa. Dua kali peristiwa gempa besar saya alami langsung. Terakhir gempa tahun 2007. Skala 7,9 SR. Ada juga yang bilang lebih. Peristiwanya 12 September. Saat itu saya masih bertugas sebagai wartawan di Bengkulu Utara. Gempa berpusat di Lais. Salah satu kecamatan di Bengkulu Utara.
Gempa terjadi sesaat sebelum azan Magrib. Saya sedang perjalanan pulang ke Bengkulu. Sungguh guncangan saat itu mengerikan. Pohon-pohon terhuyung. Kendaraan kehilangan kendali. Orang-orang panik. Rumah banyak yang hancur. Sungguh mengerikan.
Termasuk kontrakan saya. Hancur. Satu malam harus tidur di luar. Kemudian satu malam di penginapan. Lalu pindah tidur di Posko selama nyaris satu pekan. Maklum belum ada rumah yang bisa dikontrak.
Sebelumnya tahun 2000. Tepatnya 4 Juni 2000. Skalanya 7,3. Peristiwanya malam sekitar pukul sepuluh. Saat itu saya sedang mengetik skripsi di rental komputer dekat kampus.
Kuat sekali guncangannya. Bumi bergetar. Bangunan bergoyang, atap turun naik. Listrik seketika padam. Suasana mencekam. Para mahasiswa dilanda kecemasan.
Sambungan komunikasi macet. Banyak mahasiswa ngantri di wartel. Ingin memberi kabar ke kampung halaman. Tak boleh berlama-lama di bilik wartel. Cukup memberi tahu bahwa tidak apa-apa. Sebab di belakang banyak yang juga ingin memberi kabar pada orang tua masing-masing.
Tak ada yang berani masuk ke kamar kost. Mahasiswa tidur di halaman. Dengan pakaian dan kondisi seadanya.
Hari ini. Ada gempa. 5,0 SR. Mungkin di Bengkulu sendiri, sebagian tidak merasakan. Mungkin cuma beberapa detik. Atau mungkin sudah terbiasa sehingga tak merasa.
Tapi bagi saya, tetap saja mencemaskan. Apalagi kemarin Jumat (7/12) juga ada gempa. Berpusat di Bengkulu Utara. Skalanya 4,2 SR.
Mudah-mudahan besok tak lagi gempa. Skalanya tak lagi naik. Amin. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Sebelum Deadline 23) Buku Puisi dan Secangkir Kopi Pahit

(Sebelum Deadline 22) Panggil Abang, Jangan Adek!